Pilih Halaman

Suasana Perayaan Hari Raya Idul Adha di Waitabula

oleh | 20 Jul,21 | Nasional

Waitabula, Kab. Sumba Barat Daya, Semarak News – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 di Masjid Agung Al-Falah, Kelurahan Waitabula, Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Selasa, 20 Juli 2021 berlangsung dengan penuh hikmat dan suka cita bagi seluruh umat muslim yang merayakannya.

Kepada Semarak News, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sumba Barat Daya Arifin Ibrahim, menjelaskan bahwa dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, pelaksanaan kegiatan shalat Idul Adha juga tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19 secara ketat.

“Kita telah membagi 13 titik pelaksanaan Ibadah Shalat Idul Adha untuk memperkecil kerumunan” ungkapnya.

Selain itu, Arifin juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatannya dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa kita masing-masing dan juga keluarga dari penularan Covid 19 khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pelaksanaan Pemotongan Daging Hewan Qurban Oleh Pihak Panitia

Setelah pelaksanaan shalat Idul Adha, panitia bersama dengan para jamaah melaksanakan pemotongan hewan qurban yang telah dinyatakan layak konsumsi berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pihak Karantina Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Jelang Perayaan Idul Fitri 1442 H, Polres Ende Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Ranakah – 2021

“Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya telah memberikan rujukan tentang pemotongan hewan dan hewan qurban dinyatakan layak konsumsi setelah diperiksa oleh Dokter Hewan” ujar Arifin.

Pendistribusian daging hewan qurban dilakukan secara door to door atau diantar langsung ke rumah warga oleh Panitia PHBI, sehingga tidak ada umat yang mengambil hewan qurban di Masjid untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Tidak ada umat yang datang mengambil hewan qurban di Masjid, tetapi Panitia yang mengantarkannya dari rumah ke rumah warga (door to door) dengan menerapkan protokol kesehatan” terang Arifin. (TAN)

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments