Pilih Halaman

Adaptasi Achmad Krisgatha sebagai Seniman Rupa di Musim Seni Salihara 2020

oleh | 30 Sep,20 | Gaya Hidup

Jakarta, Semarak.News – Di tengah pandemi Covid-19, Komunitas Salihara tetap menghelat gelaran Musim Seni Salihara 2020. Kali ini, gelaran tahunan tersebut diselenggarakan secara virtual menyesuaikan situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Salah satu karya yang masuk dalam gelaran Musim Seni Salihara 2020 adalah karya milik Achmad Krisgatha bertajuk Heavenly Glitches. Karya tersebut berupaya menunjukkan bahwa bukan seniman panggung saja yang dapat beradaptasi dengan situasi pandemi. Para perupa yang karya-karyanya biasa dipajang dalam pameran dan ruang-ruang publik kini juga bisa kita temukan di ruang-ruang virtual.

Meskipun sesungguhnya seni video bukanlah hal baru, tapi karya Heavenly Glitches adalah bukti bahwa kreativitas dan rasa berkesenian memang sukar redup dari dalam diri manusia, terutama dalam masa pandemi, ketika kita tidak bisa melakukan berbagai aktivitas seperti biasanya.

Heavenly Glitches adalah sebuah penggambaran tentang situasi perubahan keadaan yang kini niscaya kita hadapi. Beberapa keadaan seperti maju-mundur, benar-salah, terlihat-tidak, dinamis-statis, dan lain sebagainya dijadikan simbol oleh permainan bunyi dan visual.

“Saya hendak menghadirkan secara berulang sebuah citra dan rasa
mengenai keadaan ketika manusia harus mengalami sebuah perubahan,” ucap Achmad Krisgatha tentang karyanya yang kompleks ini. Baginya “kompleksitas, berlapis adalah sebatas perubahan, sementara keyakinan dan keraguan adalah fitrah.”

Karya ini memainkan elemen warna yang memanfaatkan dokumentasi
gambar bergerak, yaitu overlapping-subtractive, sebuah teknik yang dikembangkan oleh Louis Ducos du Hauron, seorang fisikawan dan penemu yang dikenal dalam praktik fotografi berwarna pada tahun 1877.

Berdasarkan teknik du Hauron tersebut, ditambah dengan penggunaan
teknologi visual glitch Max/Msp, Krisgatha mempertajam dan memperjelas gambar fotografi yang kemudian direka ulang di dalam karyanya. Pencerminan dari penggubahan tersebut dideskripsikan oleh Krisgatha dalam beberapa lapisan media seperti audio, visual dan warna yang saling berpadu di dalam seni video ini.

Karya Achmad Krisgatha ini hanya bisa disaksikan di Musim Seni Salihara 2020. Musim Seni Salihara 2020 sendiri adalah sebuah festival seni kontemporer daring pertama di Indonesia. Festival ini meliputi berbagai bidang kesenian seperti teater, tari, musik, pembacaan sastra dan seni rupa yang telah sepenuhnya beralih wahana (beradaptasi) sebagai tontonan virtual.

Musim Seni Salihara 2020 masih berlangsung dan kita bisa melihat karya-karya dari para seniman Indonesia sampai dengan 11 Oktober 2020 di YouTube Salihara Arts Center. (DK)

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments